Advertisement

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Penting untuk Mencegah Stunting

Nina Atmasari
Sabtu, 04 Mei 2024 - 01:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Penting untuk Mencegah Stunting Ketua TP PKK Kabupaten Magelang, Medina Sepyo Achanto memberikan bantuan mesin jahit saat membuka acara Talkshow Memperingati Hari Kartini Tahun 2024 Tingkat Kabupaten Magelang di Pendopo Soepardi, Kota Mungkid, Jumat (3/5/2024). - Harian Jogja/Nina Atmasari

Advertisement

Harianjogja.com, MAGELANG-- Pemberdayaan ekonomi perempuan memainkan peran yang sangat penting dalam mencegah stunting pada anak. Ketika perempuan memiliki akses yang lebih besar ke pendidikan, pelatihan keterampilan, dan kesempatan kerja, mereka dapat menjadi agen perubahan dalam mencegah stunting dan memajukan kesejahteraan keluarga.

Hal tersebut diungkapkan Penjabat Ketua TP PKK Kabupaten Magelang, Medina Sepyo Achanto saat membuka acara Talkshow Memperingati Hari Kartini Tahun 2024 Tingkat Kabupaten Magelang di Pendopo Soepardi, Kota Mungkid, Jumat (3/5/2024).

Advertisement

Medina mengatakan stunting, atau kurang gizi kronis pada anak-anak, adalah masalah serius yang mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif.

"Melalui upaya pemberdayaan ekonomi perempuan, kita tidak hanya memberikan mereka kesempatan untuk berkembang secara pribadi, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi generasi mendatang," katanya.

Karenanya, ia mengajak masyarakat Kabupaten Magelang untuk bersatu dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan mencegah stunting melalui langkah-langkah konkret seperti memberikan akses pendidikan dan pelatihan keterampilan kepada perempuan, mendukung usaha mikro dan kecil yang dimiliki perempuan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dalam masyarakat.

"Mari kita jadikan Hari Kartini sebagai momentum untuk berkomitmen dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua, di mana setiap individu, tanpa memandang jenis kelamin, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi," katanya.

Kegiatan Talk Show tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bela Pinarsi dan perempuan inspiratif, Ella Rizki Farihatul.

Bela Pinarsi mengatakan jumlah balita di Kabupaten Magelang mencapai lebih dari 73.000 anak, namun baru 53.733 yang diukur. Hasilnya, sebanyak 8.304 bayi tergolong stunting. "Ada data bayi yang belum diukur, ini menjadi bahan evaluasi bersama, ke mana mereka yang belum diukur?" katanya.

Ia mendorong masyarakat termasuk kaum pria untuk lebih mempedulikan pertumbuhan anaknya. Sala satu contohnya adalah mengikuti posyandu. "Datanglah ke Posyandu, gratis, bahkan ada pemberian makanan tambahan, manfaatkan fasilitas-fasilitas gratis dari pemerintah seperti ini secara optimal," katanya.

Adapun Ella Rizki Farihatul berpesan kepada pelajar perempuan yang merupakan generasi muda yang belum menikah agar berdaya sejak dini.

"Mari berdaya sejak ini, nantinya ketika mencari pasangan juga cari yang berdaya, sehingga bisa berusaha bersama. Hasilnya nanti bisa meberdayakan orang lain," kata CEO PT Nira Lestari Internasional tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Tak Cuma Berobat Rutin, Biaya Operasi Patah Kaki Juga Dijamin BPJS Kesehatan

Sleman
| Rabu, 29 Mei 2024, 10:37 WIB

Advertisement

alt

Bunga Bangkai Kebun Raya Cibodas Mekar Setinggi 3,4 Meter

Wisata
| Minggu, 26 Mei 2024, 12:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement