Advertisement

Percepat Upaya Perbaikan NNC Ekspor Salak, Barantin Ajak Tingkatkan Komitmen

Media Digital
Senin, 03 Juni 2024 - 10:17 WIB
Lajeng Padmaratri
Percepat Upaya Perbaikan NNC Ekspor Salak, Barantin Ajak Tingkatkan Komitmen Percepat upaya perbaikan NNC atas ekspor buah salak ke Tiongkok, Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengajak komitmen seluruh pemangku kepentingan di DIY dan Jawa Tengah. - Ist

Advertisement

MAGELANG—Menindaklanjuti temuan ketidaksesuaian atau Notification of Non Compliance (NNC) atas ekspor buah salak ke Tiongkok, Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengajak komitmen seluruh pemangku kepentingan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah untuk melakukan upaya perbaikan. Imbas dari NNC yang disampaikan Pemerintah Tiongkok melalui General Administration of Customs of The People's Republic of China (GACC), ekspor salak Indonesia ke Tiongkok dihentikan sementara.

"Tiongkok melalui GACC telah menyampaikan NNC pada Maret lalu karena adanya temuan lalat buah pada ekspor salak kita. Kita bertemu di sini untuk membahas titik kritis yang menyebabkan ketidaksesuaian sekaligus upaya perbaikannya sehingga secepatnya kita akan sampaikan ke GACC,” kata Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Barantin, Bambang, dalam Diskusi Kelompok Terpumpun atau 'Forum Group Discussion' (FGD) di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (30/5/2024).

Advertisement

BACA JUGA: Dapat Izin Pengelolaan Tambang, PBNU: Terima Kasih Pak Jokowi

Bambang lebih lanjut menjelaskan arahan Kepala Barantin Sahat M. Panggabean bahwa karantina berperan sebagai fasilitator perdagangan ekspor dan impor. Namun, pihaknya tentu tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik tanpa kerja sama dan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk memenuhi persyaratan teknis. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat konsisten menerapkan Good Agricultural Practices (GAP), mulai dari perawatan tanaman, sanitasi, pengendalian hama penyakit, pemilihan komoditas yang berkualitas, hingga pengemasannya.

Barantin melalui Karantina Yogyakarta dan Jawa Tengah telah melakukan pendampingan kepada petani dan pelaku usaha untuk merespon NNC. "Kami bersama Karantina Jateng sejak awal Mei sudah melakukan bimbingan teknis kepada petani. Harapannya langkah perbaikan bisa segera selesai dan ekspor salak dapat kembali dibuka," ucap Kepala Karantina Yogyakarta, Ina Soelistyani. 

Menanggapi adanya NNC ini, Agus Suryanto selaku Direktur CV Gapoktan Ngudi Luhur akan terus memperbaiki proses ekspor salak. Mulai dari kebun yang teregistrasi, pemasok, rumah pemilahan ('collecting house'), pencatatan, hingga rumah kemas. 

Gerakan Pengendalian Lalat Buah

Antisipasi dan salah satu langkah perbaikan ketidaksesuaian, Bambang mendorong gerakan pengendalian lalat buah. "Hama lalat buah ini memang menakutkan bagi seluruh negara. Sebagai contoh, akses pasar buah mangga kita ke Jepang terhambat selama 18 tahun karena kekhawatiran mereka terhadap keberadaan lalat buah jenis ‘Bactrocera occipitalis’.  Baru setelah ada hasil kajian ilmiah yang menyatakan lalat buah tersebut hanya berada di Kalimantan, Jepang membuka akses pasar mangga.”

Menanggapi pernyataan Bambang, Ketua Tim Kerja Sarana POPT Buah dan Florikultura Direktorat Perlindungan Hortikultura Ami Cahyani mengatakan pengendalian harus dilakukan menyeluruh. "Pengendalian lalat buah harus dilakukan serentak secara menyeluruh, bukan spot-spot tertentu saja," paparnya.

Sebagai informasi, luas area kebun salak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mencapai 1.200 hektar, sedangkan di Kabupaten Sleman, DIY mencapai 600 hektar. Dampak adanya NNC ini, petani dan pelaku usaha tidak dapat ekspor ke Tiongkok hingga perbaikan disetujui oleh GACC. Pendapatan petani tentunya menurun secara signifikan. 

Bambang beserta jajarannya, sebelum FGD, menyempatkan turun ke lapangan untuk mengetahui alur proses ekspor buah salak ke Tiongkok. Hal ini sesuai dengan prinsip ketertelusuran ekspor komoditas pertanian dan perikanan. 

BACA JUGA: Bunga Bangkai Kebun Raya Cibodas Mekar Setinggi 3,4 Meter

Kepala Karantina Jawa Tengah Sokhib memandu diskusi yang berlangsung antusias. Turut hadir dalam diskusi, yang bertemakan Penguatan Sistem Perkarantinaan Tumbuhan dalam Mendukung Ekspor Salak Indonesia, Plt. Direktur Tindakan Karantina Tumbuhan Andi Yusmanto, perwakilan dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, dinas pertanian, dinas perdagangan, otoritas kompeten keamanan pangan daerah, kelompok tani salak, perusahaan rumah kemas, dan instansi lainnya. (***)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

1.008 Lakalantas di Bantul Tewaskan 71 Orang dari Januari-Juni 2024

Bantul
| Sabtu, 15 Juni 2024, 12:27 WIB

Advertisement

alt

Makan Murah di Jogja: Berburu Street Food di Kotabaru

Wisata
| Minggu, 09 Juni 2024, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement