Advertisement

DPRD dan Media Perlu Bersinergi untuk Publikasi dan Ekonomi

Nina Atmasari
Kamis, 13 Juni 2024 - 19:27 WIB
Ujang Hasanudin
DPRD dan Media Perlu Bersinergi untuk Publikasi dan Ekonomi Kegiatan studi banding DPRD Kota Magelang bersama media di DPRD Kabupaten Badung, Bali, Kamis (13/6/2024).- Harian Jogja - Nina Atmasari

Advertisement

Harianjogja.com, MAGELANG- Sinergi baik antara DPRD dengan pers diperlukan guna mempublikasikam program kegiatan DPRD. Kerja sama yg baik juga bisa meningkatkan perekonomian daerah.

Hal itu terungkap dalam kegiatan studi banding DPRD Kota Magelang bersama media di DPRD Kabupaten Badung, Bali, Kamis (13/6/2024). Studi banding ini bertujuan mempelajari bagaimana sinergi pers, sekretariat DPRD dan para anggota DPRD.

Advertisement

Ketua DPRD Kota Magelang, Budi Prayitno menyebutkan kegiatan tersebut mengajak semua anggota DPRD yang berjumlah 25 orang termasuk tiga pimpinan. Selain itu juga para wartawan yang biasa bertugas di Kota Magelang.

"Kami ingin mengetahui bagaimana silaturahmi dan hubungan DPRD dan media atau pers. Kabupaten Badung ini kan juara pertama PAD se-Indonesia. Jadi kami berharap bisa membagikan tips-tips ke luar Badung, tentang bagaimana sinergi pers, setwan dan anggota dewan yang ada," kata Budi Prayitno.

Kepala Bagian Perundang-undangan, Persidangan dan Risalah DPRD Kabupaten Badung, Anak Agung Raka Arnawa mengatakan sejak awal perencanaan penganggaran, pihaknya sudah merencanakan bagaimana pola kerja sama dengan media massa. Sampai saat ini yang bekerja sama ada 25 media, dan setiap tahun ada penambahan kerja sama.

"Sampai saat ini banyak media [yang bekerja sama] karena di era keterbukaan diperlukan [keterbukaan] pemerintah, apa yang menjadi harapan semua baik pemerintah maupun masyarakat, program kegiatan di DPRD ini kalau tidak ada media massa maka masyarakat tidak mengetahui. Tapi banyak juga media massa yang memberi masukan kritik membangun," katanya.

BACA JUGA: DPRD Ingatkan DTW di Magelang Sambut Wisatawan dengan Baik

Koordinator media online di Badung, Nyoman Sarmawo menjelaskan Kabupaten Badung memiliki potensi utama pariwisata serta pertanian.  APBD Kabupaten Badung Rp8,5 triliun, dengan PAD sekitar Rp7,5 triliun dan dana perimbangan sekitar Rp900 miliar. Program yang dilakukan di antaranya sharing anggaran dan APBD memungkinkan karena sudah mencukupi untuk kebutuhan di Badung. "Program ini sudah dilaksanakan seperti di Jogja, Sulawesi dan di Amerika, Pemda Badung menghibahkan patung Saraswati di Washington," jelasnya.

Kerja sama dengan media dilakukan dengan 25 media online dan 11 media cetak. Pertimbangannya, media sekarang ini merupakan salah 1 UMKM dengan omzet di bawah Rp50 juta per bulan sehingga kewajiban pemerintah untuk berikan pembinaan.

"Jadi dibina supaya dalam waktu tertentu bisa naik kelas. Media adalah penyambung lidah jadi kegiatan dan program DPRD Kabupaten Badung bisa diketahui masyarakat banyak. Sedangkan pertimbangan dari media, karena media ini industri, harus ada pendapatan. Jadi gayung bersambut. Supaya pendapatan meningkat," jelasnya.

Ia menambahkan media melaksanakan kombinasi idealisme dan bisnis. Walaupun sudah ada kerja sama dengan institusi, fungsi kritik dan pengawasan harus tetap jalan. "Agar kerja sama tetap langgeng harus ada komunikasi. Berita tetap muncul namun memberikan solusi di dalamnya. Jadi, tidak ada yang dirugikan tapi idealisme berjalan sebagai mestinya," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

262 Karya Foto Dipamerkan dalam Pameran Fotografi Internasional di ISI Jogja

Bantul
| Selasa, 23 Juli 2024, 13:17 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement